Orang-orang dalam tembok menghirup udara yang sama
saat paru menghelanya dan memberikan nafas pada jantungku dan perasaannya
merasakan desir yang sama
saat bisikannya menjilat kuping hatiku dan menggelitik pinggang hatinya
dan mengirimkan tanda
sebentuk amarah
sewujud cinta
dalam sebuah kata
kata yang sama ketika di ucapkan oleh pena yang berbeda
Jika rintikan kata yang di sampaikan hujan mereka jelma menjadi tetesan air mata
dalam bingkai
pada garis dan lekukan tembok
maka aku menuliskan nya bersama akar muda ceria
yang menyeruput sari tanpa berkata-kata
begitu juga protes matahari
aku melafalkan nya bersama langkah bocah-bocah berlarian di jerangnya
tanpa suara
pada bumi yang sama kita berdiri
namun melangkah pada pijak yang berbeda
kalian di didik oleh gerimis dan tampiasnya
aku adalah bulir mengalir dilembar genting
kalian di ajar oleh cercah pada ufuknya
aku adalah hangat dan keringat menguap disusunan bata
dipinggir-pinggir pondasi bersama cacing dan serangga
aku menuliskan kalimat pada bunga-bunga kecil
yang meranggaskan akarnya bersama gulma liar dan lumut licin
aku dan keseluruhan tubuhku adalah pena berisi tinta kotoran
yang memeper kisah bocah-bocah ditembok mu
201010




