kerut di jidat
longsor
lewat pelipis tanpa alis
numpuk dimata
rimbunnya merah
entah, mungkin menjadi tahi mata
keringat berbulir, beku
takluk oleh ragu-ragu
bergulir ke jantung
tiada mencair
jadi letih pori-pori
sebagai jalan keluar kembali
redam segala impian
perjalanan panjang usia
tak ada arti
di hening di ramai
keruh mata air
tumpahkan air mata
ketika telunjuk keras menumbuk
remuk dada kami
telah kau buat sangsi :
hati
November 2011
Advertisement



