MUSAFIR TERTIDUR

Kekasihku,
Teman keberadaan
Wajahnya dianugerahkan kebaikan
Kecantikan yg tulus
Dan genggaman jari-jari yg ikhlas
Ketika sepi menyepi, sunyi beringsut
Kau mendatangiku
atau aku menemuimu
Dengan air mata kukulum bibirmu
Mereguk liurmu
Kau remas tubuhku,hingga menyatu dibuliran keringat takzim

Saudaraku,
Begundal seperjalanan
Mengepung kesadarannya
Menjadikan jongos raga yg lupa
Meniduri siang, memperkosa malam

Ditengah perjalanan,
Kita mendirikan tenda, membuka bekal kita
Tempat aku dan kekasih bergumul
Dan api unggun yg meletik-letik didepan
Selalu menggodaku untuk keluar

Engkau kekasihku,
Bersama kita tergolek
Dikala kau lemah dan disaat kulengah
Dia menjemputku
Yg satu menawanmu
Yg lain merejangku
Kau didera menjadi keledai
Aku dijelma menjadi musafir
Mereka menjadi matahari
Menjadi bulan
Menjadi angin
Menjadi bintang-bintang penunjuk arah

Manusia lahir dibumi
Warisan dari nenek moyang
Tempat semuanya mencangkul ladang
Dari orok jadi perjaka
Dari dewasa sampai tua
Lalu satu-satu pulang
Dari ladang-ladang
Dari perjalanan
Kerumahnya dari tanah semata wayang

14709

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: