DIAN

Dian menyentakku diam
Disuruh duduk memandang bulan
Kerlipnya didalam sinar
Remang-remang menerangi malam

Dian meratapi pergaulan
Mengharap lamban jatuhnya bintang
Duduknya dibangku taman
Belum pula usai lalu menghilang

Dian menari dipinggir pantai
Berputar-putar mendedak kaku
Kresek himpit pasir berbisik kata
Tak juga mengerti ingin kembali

Dian bertemu asmara
Kala cinta bertanya cinta
Lelaki itu prosakata
Sudah sampai berikutnya apa?

Dian itu pelita
Geliatnya mirip cahaya
Dian adalah bahasa sastra
Gayanya provokasi kata-kata

15802

Published by:

andripleunwahyudi

Ingin mencoba menulis apa-apa yg jelas terlihat dimata, terlintas dikepala, dirasakan dihati. Tentang hari kemarin, hari ini, esok, lusa dan hari depan. Isinya cuma sekedar makna yg baru dimengerti dan jauh dari pemahaman. Gak punya kekuatan dan gak pernah berani menyebut tulisannya sebagai karya sastra, sebagai puisi, sajak atau apapun namanya....Cuma berharap menjadi sebuah tulisan...itu saja.

Categories MyTulisanLeave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s