PEREMPUAN

Duuh, eneng
Kau berlari-lari didepanku
Lalu tersandung dan jatuh
Kau menangis memanggilku
Menggendong harap dipundak
Kepolosan merangkul
Keluguan tak berasa malu-malu
engkau membuka baju
dan kumandikan kamu

Kamu dara-dara
Melenggok selop dikelilingku
Lantas mempertontonkan pinggang dan butuh
Kusuit-suit sukamu
Sekejap sumringah padaku
Kegagahan melumat
Kebinatangan tak menjadi jemu
Aku membuka baju
Dan kamu merayap diperutku

Ibu
Tak ada pantas kata bagimu
Biar firman dan sabda saja

Wanita adalah semak belukar
Satu musim kau bunga yg terhampar
Musim lain adalah duri-duri yg keluar
Membelai kuncup daun dan kembang mekar
Merutuk hisap gemulai akar

23709

Published by:

andripleunwahyudi

Ingin mencoba menulis apa-apa yg jelas terlihat dimata, terlintas dikepala, dirasakan dihati. Tentang hari kemarin, hari ini, esok, lusa dan hari depan. Isinya cuma sekedar makna yg baru dimengerti dan jauh dari pemahaman. Gak punya kekuatan dan gak pernah berani menyebut tulisannya sebagai karya sastra, sebagai puisi, sajak atau apapun namanya....Cuma berharap menjadi sebuah tulisan...itu saja.

Categories MyTulisanLeave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s