HUJAN REDA

Hujan reda
seperti tadi kupinta
serintik dua tinggal tersisa
mengenai bunga melati disisi kolam mati

Kicau burung sepi
gerimis tak nampak sigrah
setetes dua tampak menggoda
jatuh dari lembar daun kelapa
ketanah basah dan kubangan yg resah

Bunga asoka
kembang pepaya
warnamu bagai menyala
seperti mata yg berharap
seperti langkah hendak bergegap
bathinku mimpi selubung selalu nyeri
sepenggal cerita merasa berkata:
kamu dimana?

Hujan reda
semisal gundah merona
dihari sunyi hati gulana
ada kupu-kupu gagu
ada burung peking kuyu
ada harapan yg tergugu
ada ragu yg mendayu

Hujan kembali datang
sederas mimpi

29709

Published by:

andripleunwahyudi

Ingin mencoba menulis apa-apa yg jelas terlihat dimata, terlintas dikepala, dirasakan dihati. Tentang hari kemarin, hari ini, esok, lusa dan hari depan. Isinya cuma sekedar makna yg baru dimengerti dan jauh dari pemahaman. Gak punya kekuatan dan gak pernah berani menyebut tulisannya sebagai karya sastra, sebagai puisi, sajak atau apapun namanya....Cuma berharap menjadi sebuah tulisan...itu saja.

Categories MyTulisanTags , , , , , Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s