HARI-HARI

Si pendusta datang
Saat cerita diputar
Kala usia telah panjang
Hari kemarin timbul tenggelam
Hari ini jalannya gontai
Besok-besok seperti bayang-bayang
Diperjalanan bukannya terang tetapi awan

Sang cinta landai menyapa
Waktu hati senja kala
Ketika jiwa berpencar
Sebelah dipasar
Sepotong ada diselatan
Yang lain berserak dipinggir danau
Dijalan-jalan bukanlah dia tetapi debu

Yang namanya iba menyesak menyeruak
Hari-harinya patah
Asmaranya Terbelah-pilah
Jalannya bukan pula batu tetapi semak
Awannya menguap
Debunya meruap

18702

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: