…DAN PEREMPUAN ITU ADALAH EMAK-KU

Satu malam
Perempuan dipelaminan
Mimpi yang merayap harap-harap cemas
Semacam doa bermunajat
Seperti ikhtiar yang terpanjat
Tubuh-tubuh kecil kerinduan
Mengalir dari anak sungai jernih
Yang muaranya terbentang rahim lautan suci

Satu malam
Perempuan bersandar bantal
Menyanyikan sebait lagu luka-luka
Airmata yang kemarau oleh tangisan parau
Keringat yang menguap oleh senyum mungil dibibir payau
Lekang lagi resah
Pamit pergi menuju pusaranya

Satu malam
Perempuan dipeluk malam
Menanti bujangan pulang merantau
Ada untaian dibalik jendela
Ada sumringah sejajar pintu
Apakah dia tergeletak mengelus telapak?
adalah sajadah saksi doa meruah

Satu malam
Perempuan merengkuh diam
Tubuh yang runtuh dipesona kepolosan
Tak adakah arti percik cairan puting tete ini?
Dimanakah biru kasih sayang serupa beliung tamparan bapak?
Luruh airmata luruh-luruh
Menjadi nasihat, menjadi pelajaran, lagi-lagi menjadi doa

Satu malam
Perempuan dipelaminan bersandar bantal
Perempuan dipeluk malam merengkuh diam
Abadi dikasurnya
Abadi disumurnya
Abadi didapurnya
Dan perempuan itu adalah emak-ku

9809

Advertisements
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s