CURHAT IBU TENTANG KAKEK

Sore-sore ibu cerita tentang bapaknya,
yang ba’da maghrib nanti dikenangnya sejuta hari:

Yang ibu tahu pekerjaannya,
cuma seorang tukang panggul dikota
keluar masuk pasar
pergi pulang tak karuan
Juga,
duduk disadel becak
mengayuh jatah bulanan nyonya belanda
Kadang,
membetot bass dipanggung hajatan
mengiring simfoni keroncong kampungan

Yang ibu tahu kegigihannya,
ketika ‘kartini’  tenggelam
pasar baru menyala
hanya kasur yang dibawa
berharap tidur saja malam ini
esok pagi semua bisa dicari

Yang ibu tahu kedigjayaannya,
walau asma mendera
cobalah membuatnya marah
meraung bukan menjadi macan
merangkak jangan disebut hewan

Yang ibu tak kan melupakannya,
dia seorang yang dilupakan
karna meninggalkan sodara-sodara yang lupa daratan
tanah yang dijejaknya bukanlah warisan
dia terkubur diranah rantau

Sambil menebar karpet dan tikar,
ibu bukan mengusap airmata,
tapi mengangkat kepala……bangga.

91009

Advertisements
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s