Para Pemabuk

: Belajar Haiku

1/ Nenggaknya bareng
rasanya sama rata
telernya beda

2/ Saking parah ‘beler’
Berangan jadi pahlawan
saya bunuh diri

3/ Malam berangin
harum anggur masuk kamar
mereguk kopi

4/ Cium bibirku
cinta nanti tak bertanya
asal muasal

5/ Anak tongkrongan
temannya kemarin mati
: ’mana sahabat’?

6/ Awal cuma angin
lalu jatuh kepingin
mulai berangan

7/ Saat mandi siang
ia ngobrol dengan cermin
: SOS (Sisa Obat Semalam)

8/ Sehat dan sadar
ia tendang botol bir
kepalanya kuyup

9/ Plastik oplosan
diejek para pemabuk
: teler bir impor

10/ Para pemabuk
teler habis-habisan
orasi dijalan

11/ Lupa daratan
ingat ombak lautan
langit singkirkan

12/ Minum dikota
tenggorokannya lokal
: ‘got…dimana got’?

13/ Dikota tepar
Perut yang mual nembak
: kangkung dan toge

Published by:

andripleunwahyudi

Ingin mencoba menulis apa-apa yg jelas terlihat dimata, terlintas dikepala, dirasakan dihati. Tentang hari kemarin, hari ini, esok, lusa dan hari depan. Isinya cuma sekedar makna yg baru dimengerti dan jauh dari pemahaman. Gak punya kekuatan dan gak pernah berani menyebut tulisannya sebagai karya sastra, sebagai puisi, sajak atau apapun namanya....Cuma berharap menjadi sebuah tulisan...itu saja.

Categories MyTulisanTags , , , , , , Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s