andripleunwahyudi

Ingin mencoba menulis apa-apa yg jelas terlihat dimata, terlintas dikepala, dirasakan dihati. Tentang hari kemarin, hari ini, esok, lusa dan hari depan. Isinya cuma sekedar makna yg baru dimengerti dan jauh dari pemahaman. Gak punya kekuatan dan gak pernah berani menyebut tulisannya sebagai karya sastra, sebagai puisi, sajak atau apapun namanya....Cuma berharap menjadi sebuah tulisan...itu saja.

Homepage: https://andripleunwahyudi.wordpress.com

4 curhat: Aku akan

1/
Aku akan berdiri di sampingmu
hari ini di sebelah kiri
hari yang lain di sebelah kanan
sejajar dengan sorot mata kakimu

aku akan mundur bila terasa maju
juga akan maju jika terlalu mundur
aku akan sedikit renggang bila terlau rapat
juga akan merapat jika terasa renggang

aku akan melihat mu tinggi walau kau pendek
seperti memandang bayangan yang sama samarnya.

2/
Aku akan sembunyi di matamu
tiap kali tatapnya terus bertanya di mataku
aku akan menjadi liur di bibirmu
di tiap sumpah menjajah tanahku
agar di tiap watak leluhurnya
mata itu berbinar dan senyumnya terkembang

3/
Aku akan sabar di subur cintamu
cinta yang selama ini kau pupuk
mengikatnya pada batang ranting
lalu kau siram setiap pagi dan malam
sampai kau kira cukup lalu membenamkannya
berharap akarnya kelak membendung air mata

4/
Aku akan menyanyikan lagu yang kau anggap paling lapuk
yang sebentar lagi runtuh sebelum sempat kau ubah posisi duduk
aku akan tak banyak berlagak seperti yang kau suka pada klip klasik
yang begitu kerang memoles warna hitam dan putih di tembok yang kau cat pink sekali pun
pada akhir bait lagunya aku akan menambahkan sedikit syair kesukaanku
tentang begitu panjang rambutmu menghalangi kalung yang aku lingkarkan
hanya meninggalkan sepasang nama dan tanggal lahir di dadamu.

21 november 2013

Advertisements

, , , ,

3 Comments

Cinta monyet dan malam

CINTA MONYET

Mudamudi mengupas cinta
malam, sendirian mengunyah rasa

Ciputat, 06-03-2013

aku hadir pada setiap kata
pada gerakan tangan serupa menjelaskan

aku duduk diatas beton yang kedudukan
padanya ungkapan cinta dan kehadiran dituliskan

aku menjajari batang-batang pinus
diantaranya setiap rindu menjelma kabut

aku kaku pada helaian rambut
dan mengkerut pada sidik jari

aku meragu sepanjang pintalan syal
bahwa kehangatan adalah gigil

aku menyimak dikecipak air sungai
membawa syair rindu sampai muara

aku berdesak dalam kantong jaket
penuh sesak hasrat yang ku kira hati

aku sembunyi dalam belukar
menaungi banyak cinta direbahkan

aku adalah gelap yang mereka ciptakan
dalam kebutaan itu mereka saling raba

19031

, , , , , , ,

6 Comments

Catatan pendek para jomblo

Kepingin Pacaran

Pungguklah kita di zaman ini
tak mengapa
jaga agar gigi-gigimu putih
dan baju selalu bersih
diam-diam beri salam kepada malam
lalu mintalah sebuah puisi

Mimpi basah

*
Kudengar selalu nasehat ibu
menjelang tidur
tentang cuci kaki dan gosok gigi

‘supaya mau malaikat hadir dalam mimpimu’,katanya.

sambil rebahan
ku buka resleting perlahan

*
Pujian untuk-Nya
Pujaan punya ku
Satu doa terpanjat
Sejuta benih berkerak

Mantera cinta jombloers gaul

‘Semesta wangi, tak segan ia disini
selalu bersih, hembuskan belas kasih
Tanpa bergerak, ia datang merangkak’

Cuiihh…cuiih…cuihh…

pandang internit
panteng internet
lalu tweet sebuah sajak
Jangan lupa mention @‘si doi’

airmata dan airhujan

*
Gerimis menebar hasrat
hasrat menuai jerawat

*
tangisan kecil dimalam minggu
dipagi minggu mandi besar

Bulan Haji

Kartu undangan dihantar kerumah
sang mantan akan menikah
diatas meja altar nanti ia menyerah
leherku kini yang berdarah

16-18 jan 2013

, , , ,

6 Comments

Membaca buku puisi

Diteras dingin ini, kita menemukan kehangatan
dimana tak mampu lagi angin jahat itu
seenaknya membuat lembar-lembar obrolan ini hambar
merasuk diantara ruas, menelusuk kedalam sendi-sendi kata
yang dengan kejamnya meninggalkan tebal pegal dan sebaris linu
rasa nyeri pada tiap pesan yang hendak kau sampaikan
hingga tanpa saling menyalahkan, kita berdua masuk kamar
masing-masing menggigil dibalik selimut kebekuan kita

kehangatan ini begitu diam
bukan berarti tiap arti kata yang kau ujar tanpa canda
panjang lebar kau ungkap makna tiap bait, pun selalu penuh tawa
lembut mengalir arus kalimat dengan datar
tanpa berapi-api kau suluhi makna dijalan cerita

terkadang kau junun menyimak
bila aku dan senyumku sekali lagi mengulas renyah bibirmu
bibir yang basah oleh deras maksud
penuh guratan alur makna dari banyak peristiwa
sekedar meyakinkan suasana, bahwa kesepahaman ini mafhum adanya

karena segala gaya, daya dan upaya mu mengolah kata
selama ini cuma menjadi leher kaku dipucat malam
berkali-kali dipelintir berupa rindu atau pertemuan diujung gang
hingga masih banyak suara-suara terdengar serak
memanggil para kekasih yang jauh tersesat

ya, diteras dingin ini kita menemukan kehangatan
suam saja, tanpa ada rasa ingin memiliki atau dimiliki
saling menjaga, dimana daun diam dan lampu yang pijar
pertanda angin jahat itu pergi
: sungguh harmoni

Ciputat, awal 2013

, , , ,

4 Comments

Potret

Tanpa dipukul dan ditendang
waktu sudah tersiksa dalam buinya

Jeritannya adalah hasrat untuk mengulang
setiap detik yang kita tawan

Rintihannya menjadi penyumbat
setiap helaan nafas diudara bebas

dan airmatanya adalah kerutan dipipi
kebingungan akan hari tua

Tanpa memukul dan menendang
waktu telah menyiksa kita karena dipajang

141112

, , , , , ,

14 Comments

Usia yang tanggal

usia yang tanggal
tersimpan rapih dibawah bantal
aku dan malam mengenang
milik peri mimpi ia sekarang

usia yang tanggal
tersimpan rapih dibawah bantal
aku dan malam adalah sejoli
bercumbu didasar waktu tak berkesudahan

Usia yang tanggal
tersimpan rapih dibawah bantal
aku dan malam, sepasang mata yang terjaga
pada pusara yang belum bernama

 

18-23 Oktober 2012

, , , , ,

4 Comments

Cerita merpati

: S

Aku menemukan mu ketika kau belia.

Merpati mengepak-ngepak sayap
berjingkat-jingkat menyeimbangkan tubuh
belajar terbang didalam kandang

lompat dari pijakan batang jambu ke lantai kawat
pelan-pelan ia menangkap angin lewat
lalu menelannya bulat-bulat
seliweran dalam aliran darah dan denyut nasib berkarat

kali lain makin gemar ia cuci bulu buntut
merapihkan sayap, mengurai bulu-bulu rindunya
dan kepada kutu-kutu yang beberapa kali ia temukan
nyelip diantara bulu sawan, dikeluhkan nasib dan rindunya itu
nasib yang membuat matanya nanar
melihat peking, kemaduan dan kutilang liar
terbang rendah lalu tinggi sebebasnya
rindu yang membuat jiwanya onar
melihat peking, kemaduan dan kutilang liar
mengusik madu kembang, melompat antar dahan, berkicau diujung cabang

Merpati mengunyah
mematuk apa saja agar tenggorokannya basah
yang selalu kering
mengicau nada-nada miring

tiap malam ia terus berlatih
tiap terjaga dari mimpi
mengencangkan pita suara
agar tak sember ditelinga

pada jangkrik yang nyasar dipendaringan makannya
ia menyapa: ‘malam sepi, jadi syahdu karena derik bebasmu’.
sesekali kepada nyamuk ia juga berkata: ‘begitu indah desing hasratmu’.
tanpa jawaban, ia kunyah kembali kata-sapanya itu
hingga lelap, menjadi mimpi, sampai pagi

seperti itulah merpati berlagak di usia beranjak
menafsir nasib, rindu, kebebasan dan hasratnya
dalam terali yang mengungkungnya

Pada gilirannya aku akan mendapatimu dewasa.

Merpati terbang rendah
pada helaan angin sayapnya lemah
satu-dua kali jatuh terpapah
dalam putaran waktu yang coba ia jamah

ia kokohkan lagi pijakan yang belum tegak
ia usap kembali bulu jarum diketiak

Merpati bernyanyi
pada helaan angin dengan siapa ia berbagi?
sumbang geruk mu tak terdengar kini
sambung untaian mimpi yang lama ia uji

seperti itulah merpati pergi
menyerahkan utuh hidup dan mimpinya
pada angin yang bakal membawanya ke angkasa

antara Oktober 2011-Oktober 2012

, , , , ,

3 Comments

Curhat Ramadhan

Waktu

Belum jeda ku menyeka
merawat luka, lalu
mata sabit puasa menebas, leher
muncratkan darah, segar
liurpun tertahan ditenggorokan

belum rampung ku gelisah
ketika langkah masih resah diselasar rumah
mata sabit puasa sekali lagi menebas
perut keroncongan
disisa hari berbuka

Terpana ku, mati
menatap pesona senja

230712

Senja

Bertemu pada satu titik
dalam bujur dan lintang berbeda

mata-mata berbeda
sudut pandang yang sama

mata-mata yang sama
pada cara pandang berbeda

satu titik yang sama
adalah cahaya diperbatasan samar
semburat tatapannya
berkah pertentangan
mata-mata cerdik pandai

250712

Pandai

Sepanjang ingatan
ia cuma aksara
risalah bumi yang disampaikan
guru-guru dalam kelas

pendek saja,
sebatas tulisan tenar
papan plang sekolahmu

atau didinding ruang tamu
sebuah paparan kaku
dalam pigura
sampai mana hidupmu berlaku

menempel di otak
menyeruput bagai benalu
kering segala lugu
membuat layu malu-malu

ia cuma selembar mata uang
yang selalu terpikir
dalam saku

30712

Bersambung…

, , , , , , ,

Leave a comment

Aku penyair sedih

Dari sesak itu ia menutup pintu. Rapat-rapat berharap rasa-nya tak meruap. Sudah seribu kata
yang loncat tak sempat ia catat. Pada udara yang mengalir, kadang-kadang berubah jadi gelap malam,
burung gagak atau orang pesakitan. Yang banyak tertulis di buku harian.

Dalam kamar beku ini, kata-kata jarang pergi. Sekalipun terbang, tetap akan melayang.

Maka buru-buru ia nyalakan laptop. Menangkapi kata-kata yang seliweran. Atau jika kadung menguap,
Ia pungut saja dari pori-pori kepala. Mengetiknya di ruas kaca.

Tanpa sadar ia mendapati kata-kata yang barusan di susunnya: ‘aku penyair sedih’.

Titik.

Kata-kata yang melayang hilang. Mungkin nempel di dingin dinding. Mungkin juga di telan cicak,
Menyangkanya nyamuk yang mabuk obat.
Kata-kata yang merembes di pori-pori kepala juga hilang. Tapi rasa-nya masih mengiang.
Apakah kamar beku ini, membuat kata-kata malas keluar?

Dari sesak itu ia buka jendela. Berharap rasa-nya tiada mereda. Ia kebet selembar demi selembar angin.
Angin yang sudah menuliskan kata-katanya sendiri menjadi angin. Dingin. Dalam sebuah buku puisi.

Ah, rupanya rasa ini telah lembab. Meleleh pada embun malam, menjelma koar seram burung gagak,
Atau di dalam jeruji, menjadi mata pisau para pesakitan.

Dan dari sesak itu. Ia hanya mampu menambahkan waktu dibawah tulisannya:

‘aku penyair sedih’.

22 Juli 2012.

220712

, , , ,

4 Comments

Anak singa

: Wildan Haidar

Belum saatnya, nak
meninju dan menyepak bapak
sekeras apa pun kepalmu
yang kau tinju itu dinding
goa tentram tempat kau di eram
segeram ingin mu menyepak
yang kau sepak hanyalah karang
hulu dari darah dan airmata mengalir

mengapa kau tak bisa diam, nak
bergerak di antara awan teduh
jumpalitan di bawah dedaun nan rimbun
tempat mu yang redup itu fana
sebentar, kau akan lihat hujan dan kemarau

belum saatnya, nak
menimba segala persoalan
bebas bukan berarti sejadinya
kagak puguh lagu di dataran rimba
nikmati pelan-pelan segarnya
dari sumber tempat biasa kita berkaca

– bapak dan ibu mu tak perlu lagi menyangka
semua sudah tercerna
yang bebas bergerak itu pemuda –

pagi ini,
di cuaca teduh
di bawah alang-alang kita menderum
tinju dan sepaklah bapak
sembari menangkap aroma muka
: cara berkuasa

1372012

, , , , , , , ,

3 Comments