Posts Tagged curahan hati

Cinta monyet dan malam

CINTA MONYET

Mudamudi mengupas cinta
malam, sendirian mengunyah rasa

Ciputat, 06-03-2013

aku hadir pada setiap kata
pada gerakan tangan serupa menjelaskan

aku duduk diatas beton yang kedudukan
padanya ungkapan cinta dan kehadiran dituliskan

aku menjajari batang-batang pinus
diantaranya setiap rindu menjelma kabut

aku kaku pada helaian rambut
dan mengkerut pada sidik jari

aku meragu sepanjang pintalan syal
bahwa kehangatan adalah gigil

aku menyimak dikecipak air sungai
membawa syair rindu sampai muara

aku berdesak dalam kantong jaket
penuh sesak hasrat yang ku kira hati

aku sembunyi dalam belukar
menaungi banyak cinta direbahkan

aku adalah gelap yang mereka ciptakan
dalam kebutaan itu mereka saling raba

19031

Advertisements

, , , , , , ,

6 Comments

Catatan pendek para jomblo

Kepingin Pacaran

Pungguklah kita di zaman ini
tak mengapa
jaga agar gigi-gigimu putih
dan baju selalu bersih
diam-diam beri salam kepada malam
lalu mintalah sebuah puisi

Mimpi basah

*
Kudengar selalu nasehat ibu
menjelang tidur
tentang cuci kaki dan gosok gigi

‘supaya mau malaikat hadir dalam mimpimu’,katanya.

sambil rebahan
ku buka resleting perlahan

*
Pujian untuk-Nya
Pujaan punya ku
Satu doa terpanjat
Sejuta benih berkerak

Mantera cinta jombloers gaul

‘Semesta wangi, tak segan ia disini
selalu bersih, hembuskan belas kasih
Tanpa bergerak, ia datang merangkak’

Cuiihh…cuiih…cuihh…

pandang internit
panteng internet
lalu tweet sebuah sajak
Jangan lupa mention @‘si doi’

airmata dan airhujan

*
Gerimis menebar hasrat
hasrat menuai jerawat

*
tangisan kecil dimalam minggu
dipagi minggu mandi besar

Bulan Haji

Kartu undangan dihantar kerumah
sang mantan akan menikah
diatas meja altar nanti ia menyerah
leherku kini yang berdarah

16-18 jan 2013

, , , ,

6 Comments

Membaca buku puisi

Diteras dingin ini, kita menemukan kehangatan
dimana tak mampu lagi angin jahat itu
seenaknya membuat lembar-lembar obrolan ini hambar
merasuk diantara ruas, menelusuk kedalam sendi-sendi kata
yang dengan kejamnya meninggalkan tebal pegal dan sebaris linu
rasa nyeri pada tiap pesan yang hendak kau sampaikan
hingga tanpa saling menyalahkan, kita berdua masuk kamar
masing-masing menggigil dibalik selimut kebekuan kita

kehangatan ini begitu diam
bukan berarti tiap arti kata yang kau ujar tanpa canda
panjang lebar kau ungkap makna tiap bait, pun selalu penuh tawa
lembut mengalir arus kalimat dengan datar
tanpa berapi-api kau suluhi makna dijalan cerita

terkadang kau junun menyimak
bila aku dan senyumku sekali lagi mengulas renyah bibirmu
bibir yang basah oleh deras maksud
penuh guratan alur makna dari banyak peristiwa
sekedar meyakinkan suasana, bahwa kesepahaman ini mafhum adanya

karena segala gaya, daya dan upaya mu mengolah kata
selama ini cuma menjadi leher kaku dipucat malam
berkali-kali dipelintir berupa rindu atau pertemuan diujung gang
hingga masih banyak suara-suara terdengar serak
memanggil para kekasih yang jauh tersesat

ya, diteras dingin ini kita menemukan kehangatan
suam saja, tanpa ada rasa ingin memiliki atau dimiliki
saling menjaga, dimana daun diam dan lampu yang pijar
pertanda angin jahat itu pergi
: sungguh harmoni

Ciputat, awal 2013

, , , ,

4 Comments

Potret

Tanpa dipukul dan ditendang
waktu sudah tersiksa dalam buinya

Jeritannya adalah hasrat untuk mengulang
setiap detik yang kita tawan

Rintihannya menjadi penyumbat
setiap helaan nafas diudara bebas

dan airmatanya adalah kerutan dipipi
kebingungan akan hari tua

Tanpa memukul dan menendang
waktu telah menyiksa kita karena dipajang

141112

, , , , , ,

14 Comments

Usia yang tanggal

usia yang tanggal
tersimpan rapih dibawah bantal
aku dan malam mengenang
milik peri mimpi ia sekarang

usia yang tanggal
tersimpan rapih dibawah bantal
aku dan malam adalah sejoli
bercumbu didasar waktu tak berkesudahan

Usia yang tanggal
tersimpan rapih dibawah bantal
aku dan malam, sepasang mata yang terjaga
pada pusara yang belum bernama

 

18-23 Oktober 2012

, , , , ,

4 Comments

Cerita merpati

: S

Aku menemukan mu ketika kau belia.

Merpati mengepak-ngepak sayap
berjingkat-jingkat menyeimbangkan tubuh
belajar terbang didalam kandang

lompat dari pijakan batang jambu ke lantai kawat
pelan-pelan ia menangkap angin lewat
lalu menelannya bulat-bulat
seliweran dalam aliran darah dan denyut nasib berkarat

kali lain makin gemar ia cuci bulu buntut
merapihkan sayap, mengurai bulu-bulu rindunya
dan kepada kutu-kutu yang beberapa kali ia temukan
nyelip diantara bulu sawan, dikeluhkan nasib dan rindunya itu
nasib yang membuat matanya nanar
melihat peking, kemaduan dan kutilang liar
terbang rendah lalu tinggi sebebasnya
rindu yang membuat jiwanya onar
melihat peking, kemaduan dan kutilang liar
mengusik madu kembang, melompat antar dahan, berkicau diujung cabang

Merpati mengunyah
mematuk apa saja agar tenggorokannya basah
yang selalu kering
mengicau nada-nada miring

tiap malam ia terus berlatih
tiap terjaga dari mimpi
mengencangkan pita suara
agar tak sember ditelinga

pada jangkrik yang nyasar dipendaringan makannya
ia menyapa: ‘malam sepi, jadi syahdu karena derik bebasmu’.
sesekali kepada nyamuk ia juga berkata: ‘begitu indah desing hasratmu’.
tanpa jawaban, ia kunyah kembali kata-sapanya itu
hingga lelap, menjadi mimpi, sampai pagi

seperti itulah merpati berlagak di usia beranjak
menafsir nasib, rindu, kebebasan dan hasratnya
dalam terali yang mengungkungnya

Pada gilirannya aku akan mendapatimu dewasa.

Merpati terbang rendah
pada helaan angin sayapnya lemah
satu-dua kali jatuh terpapah
dalam putaran waktu yang coba ia jamah

ia kokohkan lagi pijakan yang belum tegak
ia usap kembali bulu jarum diketiak

Merpati bernyanyi
pada helaan angin dengan siapa ia berbagi?
sumbang geruk mu tak terdengar kini
sambung untaian mimpi yang lama ia uji

seperti itulah merpati pergi
menyerahkan utuh hidup dan mimpinya
pada angin yang bakal membawanya ke angkasa

antara Oktober 2011-Oktober 2012

, , , , ,

3 Comments

Curhat Ramadhan

Waktu

Belum jeda ku menyeka
merawat luka, lalu
mata sabit puasa menebas, leher
muncratkan darah, segar
liurpun tertahan ditenggorokan

belum rampung ku gelisah
ketika langkah masih resah diselasar rumah
mata sabit puasa sekali lagi menebas
perut keroncongan
disisa hari berbuka

Terpana ku, mati
menatap pesona senja

230712

Senja

Bertemu pada satu titik
dalam bujur dan lintang berbeda

mata-mata berbeda
sudut pandang yang sama

mata-mata yang sama
pada cara pandang berbeda

satu titik yang sama
adalah cahaya diperbatasan samar
semburat tatapannya
berkah pertentangan
mata-mata cerdik pandai

250712

Pandai

Sepanjang ingatan
ia cuma aksara
risalah bumi yang disampaikan
guru-guru dalam kelas

pendek saja,
sebatas tulisan tenar
papan plang sekolahmu

atau didinding ruang tamu
sebuah paparan kaku
dalam pigura
sampai mana hidupmu berlaku

menempel di otak
menyeruput bagai benalu
kering segala lugu
membuat layu malu-malu

ia cuma selembar mata uang
yang selalu terpikir
dalam saku

30712

Bersambung…

, , , , , , ,

Leave a comment

Nangka kebon

Tai babal

1/
Akan ku lukis tipis,
tepat ditempat kumis masih kelimis.

Tentu kamu lupa aku
yang jatuh
berabu tanpa api
gosong
jadi humus tampan mu

lupakah kamu?
ditiap cermin
kini ku gagahi kamu

2/
Aku yang lahir getir
penawar airmata dikubangan mataair
aku yang masih kecil
mampu meladeni kecipak lidah mu

dimana getirnya?
Sejak bibir digincu merah
leleh liur lebih tampak merekah

dimana getirnya?
bila ditiap cermin
ujung hidungmu mengunyam pedas
dan pipipipimu menyungging asam

 

Gori

Aku yang dilupakan
remah dilahap zaman
liur tiap hidangan

aku yang dilupakan
getir di bibirbibir moyang mu
penawar kata ketus mu

aku yang sekarang rindu
mengulum bengis kumis dan gincu merah mu
mengecap liur kecipak lidah mu

apakah kau lupa?
dulu sambil duduk bersila
kita mandi bersama

 

Cecek

Ini bukan getir hidup ku
di nikmati sanasini
antar desa antar daerah
di gagahi gonogini
antar kota antar provinsi

sebut moyang mu tukang jarah
tak henti menjamah di zaman susah
dalam keranjang sepeda kumbang
dan liuk temaram obor
di jaja aku pada tiap orang kota yang lewat

ini bukan getir mati ku
pada masa muda
kau jarah perawan ku
demi hidup yang gagah
kau cabik-cabik
mutilasi tubuh ku

jika saat berkumpul tiba
kau syukuri jasad ku
dengan mencium kening istri mu

 

Nangka

1/
Bersila berarti bahagia
di bale pelupuh belakang rumah
tanpa gerah dan airmata
tubuh tambun ini pasrah

2/
Tepat di dada ini kau koyak
tubuhku kau anggap musuh
tanpa baju zirah
melahap jantung ku

3/
Aku ini ibu,
yang penuh luka
menyusui mulutmulut bengis mu
menahan nyinyir ciplak lidah getir
disamping borok perut ku

Aku ini ibu,
ibu satu susu tumpah darah mu
mengasuh kunyah kalem leleh gincu
mengangon sungging tipis kumis menari
di atas tanah subur moyang mu

Untuk mu,
lukaku utuh
pada tiap puting
pada tiap kantung rahim janin ku

kelak,
akan jadi negara anak cucu mu.

 

Bulan Mei 2012

, , , , ,

15 Comments

Suatu sore di hari kerja

kerut di jidat
longsor
lewat pelipis tanpa alis
numpuk dimata
rimbunnya merah
entah, mungkin menjadi tahi mata

keringat berbulir, beku
takluk oleh ragu-ragu
bergulir ke jantung
tiada mencair
jadi letih pori-pori
sebagai jalan keluar kembali

redam segala impian
perjalanan panjang usia
tak ada arti
di hening di ramai
keruh mata air
tumpahkan air mata

ketika telunjuk keras menumbuk
remuk dada kami
telah kau buat sangsi :
hati

November 2011

, , , , ,

Leave a comment

Rindu kata-kata

kata-kata ini
catatan rindu terbenam
di kutip dari muasal
dasar bumi paling dalam

sebagaimana suaranya:
‘rinduku berkata-kata’

lepas
lunglai diruas kertas
rinduku bebas meretas
melepas kalimat asuhan alam
tercetak tanpa wawasan

rinduku,
bukan buatan tangan

19112011

, , , , ,

2 Comments