Posts Tagged kata-kata

Potret

Tanpa dipukul dan ditendang
waktu sudah tersiksa dalam buinya

Jeritannya adalah hasrat untuk mengulang
setiap detik yang kita tawan

Rintihannya menjadi penyumbat
setiap helaan nafas diudara bebas

dan airmatanya adalah kerutan dipipi
kebingungan akan hari tua

Tanpa memukul dan menendang
waktu telah menyiksa kita karena dipajang

141112

, , , , , ,

14 Comments

Suatu sore di hari kerja

kerut di jidat
longsor
lewat pelipis tanpa alis
numpuk dimata
rimbunnya merah
entah, mungkin menjadi tahi mata

keringat berbulir, beku
takluk oleh ragu-ragu
bergulir ke jantung
tiada mencair
jadi letih pori-pori
sebagai jalan keluar kembali

redam segala impian
perjalanan panjang usia
tak ada arti
di hening di ramai
keruh mata air
tumpahkan air mata

ketika telunjuk keras menumbuk
remuk dada kami
telah kau buat sangsi :
hati

November 2011

, , , , ,

Leave a comment

HUJAN REDA

Hujan reda
seperti tadi kupinta
serintik dua tinggal tersisa
mengenai bunga melati disisi kolam mati

Kicau burung sepi
gerimis tak nampak sigrah
setetes dua tampak menggoda
jatuh dari lembar daun kelapa
ketanah basah dan kubangan yg resah

Bunga asoka
kembang pepaya
warnamu bagai menyala
seperti mata yg berharap
seperti langkah hendak bergegap
bathinku mimpi selubung selalu nyeri
sepenggal cerita merasa berkata:
kamu dimana?

Hujan reda
semisal gundah merona
dihari sunyi hati gulana
ada kupu-kupu gagu
ada burung peking kuyu
ada harapan yg tergugu
ada ragu yg mendayu

Hujan kembali datang
sederas mimpi

29709

, , , , ,

Leave a comment