Posts Tagged mbeling

Anak singa

: Wildan Haidar

Belum saatnya, nak
meninju dan menyepak bapak
sekeras apa pun kepalmu
yang kau tinju itu dinding
goa tentram tempat kau di eram
segeram ingin mu menyepak
yang kau sepak hanyalah karang
hulu dari darah dan airmata mengalir

mengapa kau tak bisa diam, nak
bergerak di antara awan teduh
jumpalitan di bawah dedaun nan rimbun
tempat mu yang redup itu fana
sebentar, kau akan lihat hujan dan kemarau

belum saatnya, nak
menimba segala persoalan
bebas bukan berarti sejadinya
kagak puguh lagu di dataran rimba
nikmati pelan-pelan segarnya
dari sumber tempat biasa kita berkaca

– bapak dan ibu mu tak perlu lagi menyangka
semua sudah tercerna
yang bebas bergerak itu pemuda –

pagi ini,
di cuaca teduh
di bawah alang-alang kita menderum
tinju dan sepaklah bapak
sembari menangkap aroma muka
: cara berkuasa

1372012

Advertisements

, , , , , , , ,

3 Comments

Nangka kebon

Tai babal

1/
Akan ku lukis tipis,
tepat ditempat kumis masih kelimis.

Tentu kamu lupa aku
yang jatuh
berabu tanpa api
gosong
jadi humus tampan mu

lupakah kamu?
ditiap cermin
kini ku gagahi kamu

2/
Aku yang lahir getir
penawar airmata dikubangan mataair
aku yang masih kecil
mampu meladeni kecipak lidah mu

dimana getirnya?
Sejak bibir digincu merah
leleh liur lebih tampak merekah

dimana getirnya?
bila ditiap cermin
ujung hidungmu mengunyam pedas
dan pipipipimu menyungging asam

 

Gori

Aku yang dilupakan
remah dilahap zaman
liur tiap hidangan

aku yang dilupakan
getir di bibirbibir moyang mu
penawar kata ketus mu

aku yang sekarang rindu
mengulum bengis kumis dan gincu merah mu
mengecap liur kecipak lidah mu

apakah kau lupa?
dulu sambil duduk bersila
kita mandi bersama

 

Cecek

Ini bukan getir hidup ku
di nikmati sanasini
antar desa antar daerah
di gagahi gonogini
antar kota antar provinsi

sebut moyang mu tukang jarah
tak henti menjamah di zaman susah
dalam keranjang sepeda kumbang
dan liuk temaram obor
di jaja aku pada tiap orang kota yang lewat

ini bukan getir mati ku
pada masa muda
kau jarah perawan ku
demi hidup yang gagah
kau cabik-cabik
mutilasi tubuh ku

jika saat berkumpul tiba
kau syukuri jasad ku
dengan mencium kening istri mu

 

Nangka

1/
Bersila berarti bahagia
di bale pelupuh belakang rumah
tanpa gerah dan airmata
tubuh tambun ini pasrah

2/
Tepat di dada ini kau koyak
tubuhku kau anggap musuh
tanpa baju zirah
melahap jantung ku

3/
Aku ini ibu,
yang penuh luka
menyusui mulutmulut bengis mu
menahan nyinyir ciplak lidah getir
disamping borok perut ku

Aku ini ibu,
ibu satu susu tumpah darah mu
mengasuh kunyah kalem leleh gincu
mengangon sungging tipis kumis menari
di atas tanah subur moyang mu

Untuk mu,
lukaku utuh
pada tiap puting
pada tiap kantung rahim janin ku

kelak,
akan jadi negara anak cucu mu.

 

Bulan Mei 2012

, , , , ,

15 Comments