Posts Tagged tulisan santai

Catatan pendek para jomblo

Kepingin Pacaran

Pungguklah kita di zaman ini
tak mengapa
jaga agar gigi-gigimu putih
dan baju selalu bersih
diam-diam beri salam kepada malam
lalu mintalah sebuah puisi

Mimpi basah

*
Kudengar selalu nasehat ibu
menjelang tidur
tentang cuci kaki dan gosok gigi

‘supaya mau malaikat hadir dalam mimpimu’,katanya.

sambil rebahan
ku buka resleting perlahan

*
Pujian untuk-Nya
Pujaan punya ku
Satu doa terpanjat
Sejuta benih berkerak

Mantera cinta jombloers gaul

‘Semesta wangi, tak segan ia disini
selalu bersih, hembuskan belas kasih
Tanpa bergerak, ia datang merangkak’

Cuiihh…cuiih…cuihh…

pandang internit
panteng internet
lalu tweet sebuah sajak
Jangan lupa mention @‘si doi’

airmata dan airhujan

*
Gerimis menebar hasrat
hasrat menuai jerawat

*
tangisan kecil dimalam minggu
dipagi minggu mandi besar

Bulan Haji

Kartu undangan dihantar kerumah
sang mantan akan menikah
diatas meja altar nanti ia menyerah
leherku kini yang berdarah

16-18 jan 2013

, , , ,

6 Comments

Membaca buku puisi

Diteras dingin ini, kita menemukan kehangatan
dimana tak mampu lagi angin jahat itu
seenaknya membuat lembar-lembar obrolan ini hambar
merasuk diantara ruas, menelusuk kedalam sendi-sendi kata
yang dengan kejamnya meninggalkan tebal pegal dan sebaris linu
rasa nyeri pada tiap pesan yang hendak kau sampaikan
hingga tanpa saling menyalahkan, kita berdua masuk kamar
masing-masing menggigil dibalik selimut kebekuan kita

kehangatan ini begitu diam
bukan berarti tiap arti kata yang kau ujar tanpa canda
panjang lebar kau ungkap makna tiap bait, pun selalu penuh tawa
lembut mengalir arus kalimat dengan datar
tanpa berapi-api kau suluhi makna dijalan cerita

terkadang kau junun menyimak
bila aku dan senyumku sekali lagi mengulas renyah bibirmu
bibir yang basah oleh deras maksud
penuh guratan alur makna dari banyak peristiwa
sekedar meyakinkan suasana, bahwa kesepahaman ini mafhum adanya

karena segala gaya, daya dan upaya mu mengolah kata
selama ini cuma menjadi leher kaku dipucat malam
berkali-kali dipelintir berupa rindu atau pertemuan diujung gang
hingga masih banyak suara-suara terdengar serak
memanggil para kekasih yang jauh tersesat

ya, diteras dingin ini kita menemukan kehangatan
suam saja, tanpa ada rasa ingin memiliki atau dimiliki
saling menjaga, dimana daun diam dan lampu yang pijar
pertanda angin jahat itu pergi
: sungguh harmoni

Ciputat, awal 2013

, , , ,

4 Comments

BUNGA 1

Sepanjang masa
Dimana tanah dijejak
Disitu kalian berpijak
Tidak hanya awal kelahiran
Juga meliputi akhir hidup
Sebab,
Bukan hanya mata
Tapi juga cinta, harapan dan kesedihan

Kuncupmu bagai balita tertawa
Mekarmu terlihat seperti dara-dara
Layumu pada kepala sang bijak
Menjadi selempang keharuan
Sekaligus kenangan abadi

Kalian bunga,
Sungguh hujan tak sudi reda
Tak pasrah matahari meninggal
Dan tak pernah bosan angin menggauli perawanmu
Biarlah musim jadi penentu
Merah
Hitam
Biru
Juga abu-abu

21709

, , , , , , ,

Leave a comment